Dukung Terciptanya Sungai Bersih, 2690 Liter Eco Enzyme Dituang ke Aliran Sungai Cisangkuy

Ken Zanindha | 06 June 2021 11:04:06

Dansektor 21 Kol. Arm. Nursamsudin tengah menuangkan cairan Eco Enzyme ke aliran sungai Cisangkuy, Sabtu 5/6/2021.()

KAB. BANDUNG, indoartnews com ~ Memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2021, Satgas Citarum Harum Sektor 21 melakukan aksi menebar 2690 liter cairan Eco Enzyme ke Sungai Cisangkuy, Sabtu pagi (5/6/2021).

Bekerjasama dengan komunitas relawan Eco Enzyme Bandung, kegiatan yang dilaksanakan di Floodway Cisangkuy Kampung Cireungit Sayang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, dihadiri antara lain oleh perwakilan BBWS Citarum, perwakilan DLH Kabupaten Bandung, Forkopimcam Cangkuang, kepala desa sekitar, tokoh masyarakat dan tamu undangan serta jajaran Sektor 21 Satgas Citarum.

Pada kegiatan tersebut, dipimpin oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kol. Arm. Nursamsudin, secara serentak ratusan galon dan jerigen berisi Eco Enzyme yang sudah disiapkan bagi peserta dituangkan ke aliran sungai Cisangkuy. Tidak hanya itu, Dansektor 21 juga berkesempatan menebar benih ikan.

“Kegiatan ini perlu kita apresiasi bersama, karena antusias dan kepedulian komunitas eco enzyme ini sangat luar biasa terhadap alam dan bumi kita,” kata Kol. Nursamsudin.

Dansektor 21 berharap setelah penebaran Eco Enzyme masyarakat akan lebih memahami apa itu eco Enzyme, sehingga masyarakat bisa mengaplikasikanya di rumah masing-masing.

Ketua relawan Eco Enzyme Bandung, Doddy, mengungkapkan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bekerjasama sehingga acara penuangan eco enzyme di DAS Citarum bisa terlaksana.

“Mari bersama-sama menggerakkan masyarakat sekitar tentang begitu pentingnya kita peduli terhadap lingkungan, salah satunya kita mendaur ulang limbah organik ini menjadi sesuatu yang bermanfaat dalam bentuk fermentasi, yaitu cairan Eco Enzyme,” ungkap Doddy.

Doddy menjelaskan, bahan pembuatan Eco Enzyme sangatlah mudah. Hanya memerlukan gula merah, sampah organik dari sayuran atau buah-buahan dan air bersih.

"Cara pembuatannya dengan mencampurkan bahan tersebut dengan perbandingan gula 1 bahan organik 3 dan air bersih 10 lalu di campur semua dan difermentasi selama tiga bulan," jelasnya.

Setelah tiga bulan, untuk mengetahui apakah enzyme ini layak, dapat diketahui melalui dua indikator. Pertama, dengan cara mencium aromanya. Kalau wanginya seperti tape berarti fermentasi berjalan baik. Kedua, bisa dilakukan tes indikator menggunakan Ph Meter dengan nilai di bawah empat.

Selain untuk memperbaiki kualitas air dan udara, Eco Enzyme juga dapat berguna untuk mengobati luka luar, seperti gatal-gatal, luka bakar, ataupun penyakit kulit.**