Bandara Kulon Progo Masuk PSN Bandara Kertajati Tak Masuk

Ken Zanindha | 08 June 2021 21:09:34

Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Saat Rapat Kerja Dengan Pimpinan DPRD D.I Yogyakarta Terkait Komparasi Program- Program Kerja Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Bandara Kulon Progo. Selasa (8/6/21).()

D.I. YOGYAKARTA, indoartnews.com ~ Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Tetep Abdul Latip mengatakan, pembangunan Bandara Kulon Progo masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga proyek tersebut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Sedangkan Bandara Kertajati Jawa Barat tidak termasuk hingga pembangunannya menjadi lambat.

Pernyataannya itu dikemukakan Tetep Abdul Latip dalam rapat kerja dengan pimpinan DPRD D. I. Yogyakarta, Selasa (8/6-2021) untuk membahas komparasi program-program kerja di bidang infrastruktur dan pembangunan Bandara Kulon Progo di Provinsi Yogyakarta.

"Kita telah banyak belajar dari Yogyakarta tentang infrastruktur. Ada beberapa program yang sebetulnya kita yang mengawali terlebih dahulu. Untuk Bandara Kulon Progo belakangan yang memulainya dan lebih dahulu selesai. Karena Bandara Kulon Progo masuk dalam PSN tapi Bandara Kertajati tidak masuk hingga kurang mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat," kata Tetep. 

Selain masalah bandara, kata Tetep pula, ada juga beberapa kesamaan tentang infrastruktur, yaitu refocusing anggaran. Karena pandemi Covid 19 banyak pula pembangunan infrastruktur yang harus ditangguhkan karena memerlukan dana yang besar. Termasuk masalah kemantapan jalan yang turun juga.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengemukakan, kita banyak bertanya tentang pekerjaan-pekerjaan di bidang infrastruktur khususnya tentang Bandara Kulon Progo yang baru mulai tahun 2017-2018 kini sudah selesai. Sedang Bandara Kertajati mulai tahun 2002 dan hingga tahun 2021 belum selesai juga. Karena D. I. Yogyakarta mempunyai bargaining position yang cukup bagus dengan pusat.

Komisi IV bertanya beberapa pekerjaan terkait infrastruktur dan yang paling menonjol mengenai masalah Bandara Kulon Progo yang startnya 2017-2018 tapi mereka finish lebih dahulu dibanding dengan Jawa Barat yang startnya tahun 2002 tidak selesai-selesai dan ini akan jadi PR yang lain untuk Jawa Barat yaitu masalah Cisundawu dan aksesibilitas, tambah Daddy.

"Jadi yang pertama bagi kita di Jabar upaya akselerasi untuk percepatan penyelesaian tol Cisundawu karena jika jalan tol ini selesai pasti terjadi juga akselerasi penyelesaian dan fungsi-fungsi Bandara Kertajati. Selain itu, berkaitan dengan lobi-lobi daerah dengan pemerintah pusat," pungkas Daddy Rohanady.**

Editor : H. Eddy D