Kamis, 14 Mei 2026 | 23:29 WIB

Harga Plastik Bandung

Harga Plastik di Bandung Melonjak 4 Kali Lipat, Farhan Ajak Warga Bawa Wadah Sendiri

foto

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berdialog dengan pelaku usaha saat menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang mulai membebani UMKM di Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026.

BANDUNG, indoartnews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi di Kota Bandung dan mulai berdampak langsung pada pelaku usaha, khususnya UMKM kuliner. Kenaikan harga tersebut disebut terjadi tiba-tiba dan dirasakan para pelaku usaha sejak akhir pekan lalu.

Farhan mengungkapkan, harga plastik bungkus yang biasanya berada di kisaran Rp15 ribu per paket kini melonjak menjadi sekitar Rp40 ribuan. Menurut dia, lonjakan yang mencapai hampir empat kali lipat itu sangat membebani pelaku UMKM, terutama usaha makanan yang mengandalkan layanan takeaway.

Ia mengatakan banyak pelaku usaha mulai mengeluhkan kenaikan biaya operasional akibat mahalnya bahan kemasan. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi keberlangsungan usaha kecil yang selama ini bergantung pada kemasan plastik untuk melayani pembelian cepat dan praktis.

Meski demikian, Farhan mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga plastik tersebut. Ia menyatakan akan segera menelusuri langsung ke pihak distributor untuk mengetahui akar persoalan yang menyebabkan harga naik secara signifikan dalam waktu singkat.

Di tengah situasi itu, Farhan melihat adanya sisi positif yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menilai kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dalam aktivitas belanja sehari-hari.

Karena itu, ia mengimbau warga Kota Bandung agar mulai membiasakan diri membawa kantong belanja sendiri saat bepergian. Selain itu, masyarakat juga diajak membawa wadah makanan dari rumah ketika membeli makanan agar tidak selalu bergantung pada kemasan plastik dari penjual.

Menurut Farhan, langkah sederhana seperti membawa tas belanja dan kontainer makanan sendiri tidak hanya membantu menekan beban biaya akibat mahalnya plastik, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dengan mengurangi volume sampah plastik.

Ia menilai kenaikan harga plastik saat ini bisa menjadi pengingat bahwa kebiasaan konsumsi masyarakat juga perlu berubah. Selain soal efisiensi biaya, perubahan perilaku belanja tersebut juga sejalan dengan upaya menekan pencemaran lingkungan akibat sampah plastik sekali pakai.

Pemerintah Kota Bandung pun disebut akan menindaklanjuti persoalan ini dengan mencari informasi lebih jauh mengenai penyebab lonjakan harga plastik. Sementara itu, masyarakat diminta mulai beradaptasi dengan kebiasaan belanja yang lebih ramah lingkungan.**