Selasa, 23 Juli 2024 | 00:19 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Waspadai Pembajakan Akun WhatsApp: Tips dan Tanda-tandanya

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Pembajakan akun WhatsApp semakin marak dan berpotensi menyebabkan serangan rekayasa sosial (social engineering) pada kontak yang terhubung dengan akun tersebut. Praktisi Keamanan Siber, Restia Moegiono, dalam acara Ngulik episode ke-11 pada Kamis, 20 Juni 2024, mengungkapkan, teknik manipulasi psikologis ini seringkali mempengaruhi korban untuk melakukan tindakan yang merugikan.

"Rekayasa sosial adalah teknik manipulasi psikologis yang digunakan untuk membuat korban melakukan tindakan tertentu yang merugikan," ujar Restia.@ Tanda-tanda serangan rekayasa sosial antara lain adalah ketika teman mengirimkan pesan yang aneh atau tidak biasa. "Jika menerima pesan yang tidak wajar, sebaiknya berhati-hati karena bisa jadi akunnya telah diretas," jelasnya.

Restia menambahkan, ciri-ciri lain dari serangan rekayasa sosial mencakup peningkatan emosi secara tiba-tiba, permintaan yang sangat mendesak, tawaran menarik, bantuan yang tidak pernah diminta, dan komunikasi yang tidak disertai bukti identitas.

"Pengguna WhatsApp perlu waspada dan menyebarkan edukasi ini kepada teman dan saudara," ungkap Restia.

Selain rekayasa sosial, Restia juga menyoroti phishing sebagai bagian dari penyalahgunaan tersebut. Phishing adalah metode yang memancing korban untuk mengungkapkan data sensitif atau rahasia.

"Phishing bisa dilakukan melalui SMS, chat, hingga telepon. Pastikan siapa yang menghubungi Anda sebelum memberikan informasi," tegasnya.

Beberapa cara untuk mengatasi phishing antara lain dengan menghapus atau memblokir pengirim secara manual, menggunakan aplikasi antivirus, dan menolak memberikan umpan balik atau menjawab pesan mencurigakan. Selain itu, hindari kontak dengan nomor yang mencurigakan dan laporkan semua pesan mencurigakan kepada layanan pengaduan.

"Jangan menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenal, hindari tekanan, dan jangan tertarik pada tawaran yang terlalu bagus," saran Restia.@ Restia juga menyarankan agar masyarakat selalu waspada terhadap pesan mencurigakan dengan bersikap skeptis dan memahami tanda-tanda rekayasa sosial secara umum. "Harus menjaga kerahasiaan nomor WhatsApp, terutama jika digunakan di komputer. Pastikan aman dengan mengecek ulang," katanya.

Untuk mengantisipasi serangan hacker, pengguna WhatsApp disarankan mengaktifkan fitur keamanan di aplikasi tersebut. "Di zaman serba canggih ini, kita harus lebih teliti dan tidak mudah percaya dengan informasi yang disampaikan secara online," tutur Restia.

Penanganan phishing juga penting bagi organisasi, terutama untuk kepala daerah dan akun media sosial. Organisasi harus menerapkan kebijakan keamanan yang efektif, kontrol teknis, dan edukasi untuk mengurangi risiko phishing.

"Kebijakan keamanan adalah instruksi dan prosedur yang efektif untuk mengurangi risiko. Kontrol teknis mencakup mitigasi dan kontrol fisik untuk mencegah bahaya pada perangkat keras. Edukasi dan pelatihan kesadaran keamanan penting untuk membuat orang sadar akan dampaknya," pungkasnya.**