Senin, 6 Desember 2021 | 19:35 WIB

Meta Nama Pengganti Facebook Ciptakan Ekosistem Digital Berbiaya Rendah

foto

CEO Facebook, Mark Zuckerberg

indoartnews.com ~ CEO Facebook, Mark Zuckerberg menyatakan, Meta menjadi nama pengganti Facebook Inc perusahaan induk yang menaungi 3 media besar Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Zuckerberg menginformasikan hal ini dalam konferensi pers tahunan pada Kamis (28/10/2021 waktu setempat atau Jum'at (29/10/2021).

Perubahan nama ini turut memengaruhi kode saham perusahaan, dari FB menjadi MVRS per 1 Desember 2021. Namun, layanan seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp tidak berganti nama.

Zuckerberg dalam surat terbukanya mengatakan, Meta ingin menciptakan ekosistem digital berbiaya rendah. Ia menilai, kurangnya pilihan bagi konsumen dan biaya tinggi ini menghambat inovasi dan ekonomi internet. 

"Kami ingin layanan ini dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang yang berarti membuatnya lebih murah. Karena miliaran orang menyukai layanan kami dan ratusan juta bisnis mengandalkan alat kami, " kata Zuckerberg yang dikutip dari situs resmi Meta.

Ia menyebutkan, perubahan nama menjadi Meta untuk mencerminkan tujuan besar yang tengah dibangun perusahaan. Karena itu ia memang menggaungkan istilah Metaverse, yang merupakan penggabungan antara dunia nyata dengan virtual.

Karena, kata Zuckerberg, ia ingin layanan jejaring media sosialnya dan layanan lain bisa diakses banyak orang dengan biaya rendah, termasuk biaya iklan untuk mendukung ekonomi kreatif di dunia.

"Aplikasi seluler kami gratis. Model iklan dirancang untuk memberi harga terendah bagi bisnis. Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya sederhana. Itulah pendekatan yang ingin kami bawa untuk membantu membangun metaverse," tukasnya.

Dengan demikian ia berharap, dekade berikutnya Metaverse akan menjangkau 1 miliar pengguna, menampung ratusan miliar dolar perdagangan digital dan mendukung pekerjaan bagi jutaan pembuat konten dan pengembang. 

Facebook sempat dirundung masalah karena kebocoran data pengguna, beberapa waktu lalu. Malah, ia dalam suratnya mengaku banyak hal merendahkan reputasi perusahaannya selama 5 tahun terakhir.

"Privasi dan keamanan perlu dibangun ke dalam metaverse sejak hari pertama dan standar terbuka serta interoperabilitas," pungkas Zuckerberg.**

Editor : H. Eddy D