Rabu, 8 Desember 2021 | 01:08 WIB

Sedimentasi Menumpuk di Sungai Cidurian, Satgas Sektor 21-04 Berharap Bantuan Long Arm

foto

Ken Zanindha

Satgas Sektor 21 Subsektor 04 bersihkan rumput liar dan sampah yang menyangkut di tumpukan sedimentasi badan sungai Cidurian, Kamis (3/9/2021)

BANDUNG, indoartnews.com ~ Satgas Subsektor 04 Cidurian Serma Suyadi berharap mendapat bantuan alat berat Long arm untuk mengeruk sedimen yang sudah menumpuk di hampir sepanjang badan sungai Cidurian 

Serma Suyadi dalam wawancara dengan "indoartnews" Kamis (2/9-2021) menjelaskan Long arm itu dibutuhkan karena sedimentasi yang menumpuk hingga menjadi tempat tumbuh suburnya rerumputan berada di tengah badan sungai. Sementara jika memakai alat berat standar pengerukan tidak bisa mencapai bagian tengah sungai.

Satgas bersama pelopor kebersihan dan masyarakat berupaya terus membabad rumput dan membersihkan sampah di bantaran dan sungai Cidurian dari mulai jembatan GBI/Babakan hingga kampung Cibisono, tidak bisa tuntas dengan akibat rerumputan tumbuh terus dan aliran air sungai tidak lancar sehingga dikhawatirkan ketika musim hujan warga akan terkena banjir lagi.

"Bayangkan, kata Serma Suyadi, jika selesai mencabuti rerumputan hingga ujung dan kembali lagi ke kampung Babakan, rumput kembali tumbuh dan itu berlangsung begitu terus. Jika tidak dengan Long arm untuk mengeruk sedimen, hal serupa begitu terus, tiada ujung, "tegasnya seraya mengulang lagi permohonan bantuan Long arm.

. Menurut Serma Suyadi, sungai Cidurian dari mulai jembatan GBI Kp. Babakan hingga Kp. Cibisono yang panjangnya 3 km dan lebar 15 meter merupakan tanggung jawab Subsektor 04 Sektor 21 Satgas Citarum Harum.

Pada Pebruari 2020, sungai Cidurian pernah dikeruk Satgas Sektor 21 karena warga Kp. Rancaoray yang bermukim dekat sungai ini sering terlanda banjir karena sedimentasi itu dan sampah pun menumpuk sehingga aliran air sungai tidak lancar.

Saat ini kondisi sedimentasi di sungai ini sudah meninggi lagi dan panjang sehingga tumbuh tanaman liar yang mengganggu aliran air sungai.

"Itulah sebabnya, kami masih menunggu bantuan Long arm untuk mengeruk sedimentasi yang tebal dan panjang," pungkas Serma Suyadi. **