Rabu, 1 Desember 2021 | 16:56 WIB

Ex Covid-19 Ane Sutiarni Ingatkan Covid itu Ada dan Bahaya

foto

Elly Susanto

Ane Sutiarni kini sehat kembali setelah 1 bulan tergolek sakit terpapar Covid-19, Minggu (19/9/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Ane Sutiarni (55) seorang ex penderita Covid-19 mengingatkan segenap warga bahwa pandemi Covid-19 itu yakin ada dan berbahaya. Karena itu, warga harus patuhi protokol kesehatan (prokes) sebagaimana telah diingatkan sejak awal.

Dalam perbincangan khusus dengan indoartnews.com, Minggu (19/9-2021), Ane menceriterakan awalnya ia terpapar Covid-19 selama 1 bulan. "Pada Juni 2021 anak saya sakit thypus dirawat 8 hari di Rumah Sakit Santo Jusuf. Tentu saja saya selalu di RS," ucap Ane.

Saat itu, katanya, sepulang dari RS ia merasa pusing, meriang. Ia pun memeriksakan diri ke poliklinik. Hasil pemeriksaan, petugas kesehatan (nakes) menyatakan diri saya thyfus.

Setelah pemeriksaan itu, kata Ane, ia jadi sesak nafas, badan lemas hingga ke tulang-tulang, batuk kering dan sulit makan. Hambar terasanya makanan.

"Saya pun memeriksakan diri lagi ke RS Santo Jusup. Hasilnya, saya dinyatakan terpapar Covid-19 pada 28 Juni 2021. Seharusnya saya dirawat tetapi karena tidak ada oksigen yang saat itu sedang tinggi-tingginya Covid-19 sehingga semua RS sedang kekurangan oksigen dan saran dari saudara saya dirawat di rumah saja dengan cara isolasi mandiri (isoman)," jelas Ane.

Sampai di rumah untuk isoman, ia kesulitan bernafas dan dibawa lagi ke RS Hermina. Di sini pun sama kesulitan oksigen dan RS penuh pasien. Kemudian dibawa ke RS Ujungberung namun disini pun kurang oksigen dan akhirnya kembali ke rumah.

Sesudah ada di rumah, adik iparnya, Nanang konsultasi seorang dokter Puskesmas . Dokter memberikan obat semprot ke mulut. Setelah itu barulah ia bisa tidur, bisa tarik nafas lega dan esok harinya diberi satu paket obat dari Puskesmas.

Selama dalam isoman, makanan yang disajikan dengan memaksakan diri ditelan saja, dipaksakan. Sebab keinginan sembuh sangat kuat karena melihat anak-anak.

Selain itu demikian besar rasa takut jika mati dimakamkan di Cikadut, khusus pemakaman Covid-19. "Makanya, saya harus sembuh," tukas Ane. 

Tekad besar Ane ini dilakukan melalui beli obat yang harganya lumayan. "Setiap hari saya minum obat itu dan akhirnya saya sembuh. Hal ini memperkuat percaya, Covid-19 itu ada dan jahat," tegas Ane. 

Ia pun semakin yakin dan ketat lagi dengan prokes terhadap anak-anak untuk terus memakai masker, mencuci tangan selalu dengan memakai hand sanitizer dan untuk itu disediakan di rumah. "Malah saya jadi rewel kepada anak-anak," katanya.

Yang ia rasakan, sejak terpapar Covid-19 anak-anak jadi lebih dekat, semakin sayang dan lebih lagi memperhatikan dirinya. 

Kepada saudara-saudara lebih mengingatkan makan, istirahat agar lebih teratur, sarapan jangan dilupakan dan prokes tetap dipatuhi, pungkas Ane. **

Editor : H. Eddy D