Rabu, 8 Desember 2021 | 00:34 WIB

Penjenguk RPP Noah Dijaga Ketat Untuk Hindari Penularan Covid-19

foto

Elly Susanto

Ketua Yayasan Rumah Pemulihan Permata Noah, Hildawaty (kedua dari kanan) dan Ruth Rahayu (kanan) bersama para lansia di teras rumah pemulihan saat menyambut kunjungan Ibu-ibu Garuda Ceria, Sabtu (11/9/2021).

KOTA CIMAHI, indoartnews.com ~ Pengurus Rumah Pemulihan Permata Noah (RPP Noah), Hildawaty (65) mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 keluarga dan penjenguk para lansia di RPP Noah diberi aturan ketat. Karena para lansia ini rentan dengan penularan virus khususnya Covid-19.

Penjelasan ini ia kemukakan saat wawancara dengan indoartnews.com sewaktu kunjungan Perkumpulan Perempuan Garuda Ceria Jawa Barat (PPGCJ) ke RPP Noah untuk menyerahkan bantuan seperti beras, mie, bihun, biskuit, gula putih, telur, tepung terigu, pampers, susu, handuk dan lainnya, Sabtu (11/9-2021).

Ia menyebutkan, selama pandemi ini jika ada keluarga para lansia yang menjenguk, dilarang masuk ruangan. "Makanya saya membangun Saung di halaman untuk penjenguk agar tidak terjadi kontak fisik. Mereka ditempatkan di Saung dan opa-opa, oma-oma yang dijenguk ditempatkan di teras dengan kursi rodanya. Mereka bisa saling melihat tapi tidak bersentuhan, diberi jarak dari teras sekitar 8-10 meter. 

Menurut Hildawaty, RPP Noah saat ini dihuni 16 lansia dan kebanyakan mereka tidak menikah. Sebagian ada keluarga yang menitipkan di sini karena bekerja, jadi tidak ada yang mengurus.

Ada juga pasangannya sudah meninggal tapi tidak memiliki keturunan, ada juga lansia yang punya penyakit tidak sembuh secara medis, di sini mereka bisa sembuh lewat therapy olah raga ringan dan meditasi," pungkas Hildawaty.

Sementara, Ketua PPGCJ, Ruth Rahayu mengatakan, kehadiran mereka di Yayasan Noah ini untuk berbagi kasih dan menghibur para Oma Opa sebagai tanda kasih. "Sebab, oma-oma dan opa-opa yang ada di Yayasan ini kami anggap orang tua kami sendiri," ujar Ruth. **

Editor : H. Eddy D