Teater Musikal Inklusif di Cimahi, ASN hingga Teater Tuli Tampil Satu Panggung

Elly Susanto | 13 April 2026 07:13:13

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengapresiasi pentas teater musikal inklusif peringatan Hari Teater Dunia 2026 di GOR Sangkuriang, Sabtu 11 April 2026 malam.()

CIMAHI, indoartnews.com – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengapresiasi terselenggaranya teater musikal dalam rangka memperingati Hari Teater Dunia 2026 yang digelar di GOR Sangkuriang, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Sabtu 11 April 2026 malam.

Kegiatan bertema “Cimahi Hepi Berekspresi” tersebut menghadirkan pentas seni inklusif melalui kolaborasi Masyarakat Teater Cimahi atau Masteci, ASN Pemkot Cimahi, dan Teater Tuli. Kehadiran juru bahasa isyarat dalam pertunjukan itu membuat karya seni tersebut dapat dinikmati masyarakat tuli.

Adhitia menyebut, keterlibatan berbagai unsur dalam teater musikal itu menjadi gambaran bahwa Kota Cimahi terus berupaya menghadirkan ruang ekspresi yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah ingin terus mendorong kegiatan seni yang inklusif dan memberi ruang bagi keberagaman.

“Saya ingin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cimahi berusaha untuk selalu menjadi pemerintah yang inklusif. Jadi ASN Kota Cimahi juga ada yang bermain peran bareng-bareng dengan Masteci ditambah teman-teman dari Teater Tuli,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar. Menurut Adhitia, Cimahi membutuhkan lebih banyak aktivitas kreatif yang mampu menjadi ruang pertemuan antara seniman, komunitas, pemerintah, dan masyarakat.

“Ini menarik, mudah-mudahan setiap tahun bisa dilakukan kegiatan yang sama dalam rangka Hatedu dengan skala acara yang lebih besar. Kita menginginkan di Cimahi ini banyak aktivitas khususnya yang berbau kreativitas,” katanya.

Adhitia juga menyampaikan bahwa Pemkot Cimahi masih terus berupaya menghadirkan ruang seni sebagai sarana ekspresi dan apresiasi bagi masyarakat. Ia menilai Cimahi memiliki banyak potensi seni karena tidak sedikit seniman lahir dan tumbuh dari kota tersebut.

Menurutnya, ketika komunitas dan aktivitas seni sudah tumbuh, maka kebutuhan berikutnya adalah ketersediaan tempat atau venue yang dapat menunjang kreativitas para pelaku seni. Untuk sementara, ia berharap pertunjukan seni, termasuk teater dan musik, dapat hadir di ruang-ruang publik seperti Alun-alun Cimahi maupun bangunan yang menjadi ikon kota.

“Cimahi ini kan luar biasa banyak sekali seniman lahir dari kota yang kita cintai ini. Jadi kalau komunitas sudah ada, terus kemudian aktivitas juga sudah ada, yang ketiga adalah venue. Kami sedang memikirkan bagaimana ke depan ada tempat untuk masyarakat seni di Kota Cimahi berkreativitas,” paparnya.

Adhitia menambahkan, realisasi penyediaan sarana seni akan dilakukan secara bertahap hingga 2030. Rencana tersebut akan berjalan seiring dengan agenda revitalisasi sejumlah titik di Kota Cimahi, termasuk kawasan Sangkuriang.

“Kita akan lakukan secara bertahap untuk realisasi kebutuhan ruang kreatif hingga 2030, seiring rencana revitalisasi sejumlah titik di Kota Cimahi, termasuk Sangkuriang,” pungkasnya.**