Elly Susanto | 03 April 2026 21:12:54

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung edukasi safety riding dalam kegiatan Roadshow Honda Safety Generation 2026 di SMAN 22 Kota Bandung.()
BANDUNG, indoartnews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong SMAN 22 Kota Bandung menjadi pelopor budaya tertib dan aman berkendara di kalangan pelajar. Harapan itu disampaikan saat menghadiri Launching Roadshow Honda Safety Generation 2026 yang digelar di lingkungan sekolah tersebut, Kamis, 2 April 2026.
Dalam kegiatan itu, Farhan menilai edukasi safety riding yang diberikan langsung kepada siswa merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini. Menurut dia, pelajar yang mulai mengenal kendaraan bermotor perlu dibekali bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang tanggung jawab saat berada di jalan raya.
Farhan berharap siswa SMAN 22 Bandung dapat menjadi panutan bagi pelajar lain di Kota Bandung dalam membangun kebiasaan berkendara yang baik, aman, dan sesuai aturan. Ia mengapresiasi model pembelajaran yang tidak berhenti pada teori, tetapi juga menghadirkan praktik langsung agar para siswa lebih mudah memahami tata cara berkendara yang benar.
Menurut Farhan, pendekatan semacam ini penting karena banyak pelajar yang mulai menggunakan sepeda motor untuk pertama kalinya saat duduk di bangku sekolah menengah. Karena itu, edukasi keselamatan harus diberikan secara terbuka, mudah dipahami, dan menyentuh hal-hal mendasar seperti penggunaan perlengkapan keselamatan serta teknik berkendara yang aman.
Selain aspek teknis, Farhan juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan administrasi, termasuk kepemilikan surat izin mengemudi dan kelengkapan kendaraan. Ia bahkan mengusulkan agar layanan SIM keliling dapat hadir langsung di sekolah-sekolah guna mempermudah para siswa yang telah memenuhi syarat administrasi untuk berkendara secara legal.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah pengendalian emosi di jalan. Menurut Farhan, kemampuan menjaga emosi saat berkendara menjadi faktor penting untuk menekan risiko kecelakaan. Ia menegaskan bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan, sehingga pelajar harus membangun kesadaran untuk selalu mengutamakan kehati-hatian.
Farhan juga mendorong agar program serupa diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Bandung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk industri otomotif dan media. Ia menilai kolaborasi dengan PT Daya Adi Cipta Motor dalam kegiatan ini merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan agar edukasi keselamatan berkendara semakin luas menjangkau pelajar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya terampil mengendarai kendaraan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. SMAN 22 Bandung pun diharapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.**