Elly Susanto | 24 April 2026 21:52:05

Suasana kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Kota Bandung dengan fasilitas ruang kelas yang lebih tertata dan nyaman bagi siswa.()
BANDUNG, indoartnews.com – Perubahan di sektor pendidikan Kota Bandung mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Survei Teropong Daerah Kota Bandung oleh Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 mencatat 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan.
Angka tersebut menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu bidang dengan penilaian tertinggi. Temuan ini menunjukkan berbagai perbaikan yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung tidak lagi sebatas program, tetapi mulai terlihat nyata di lingkungan sekolah.
Perubahan itu terasa pada hal-hal yang dekat dengan keseharian siswa, mulai dari kondisi ruang belajar, metode pembelajaran, hingga perhatian terhadap aspek non-akademik seperti pendidikan karakter dan kesehatan mental.
Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Bandung memperkuat dukungan terhadap operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau BOSDA. Dukungan ini dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan dasar sekolah, kegiatan belajar mengajar, dan operasional harian.
Melalui BOSDA, sekolah memiliki ruang lebih fleksibel untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Di saat yang sama, penataan sarana pendidikan dilakukan secara lebih terarah, terutama di sekolah dengan kondisi ruang belajar kurang layak atau kapasitas yang sudah tidak memadai.
Sepanjang 2025, Pemkot Bandung mencatat penambahan 7 ruang kelas baru jenjang SD, rehabilitasi 260 ruang kelas, perbaikan 87 toilet, penyediaan 10 sumur bor, serta pembangunan benteng atau tembok batas di 4 SD Negeri dengan total 1.330 meter.
Pada jenjang SMP, penguatan sarana pendidikan dilakukan melalui pembangunan 1 unit sekolah baru, penambahan 16 ruang kelas, rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, serta penyediaan 2 ruang ibadah.
Upaya tersebut dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kenyamanan belajar siswa. Ruang kelas yang lebih layak dan sarana pendukung yang lebih memadai diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif di sekolah.
Perubahan tidak hanya terjadi pada aspek fisik sekolah. Dinas Pendidikan Kota Bandung juga mulai mendorong penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari proses belajar. Program ini saat ini diterapkan di seluruh SMP Negeri untuk siswa kelas 9.
Penguatan pendidikan karakter mulai menunjukkan dampak terhadap kedisiplinan siswa, interaksi sosial, serta terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif. Pemerintah menilai pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan secara utuh.
Perhatian terhadap siswa juga diperluas pada aspek kesehatan mental. Dalam satu tahun terakhir, Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mengembangkan sistem deteksi dini kesehatan mental siswa sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak awal.
Pendekatan tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya didorong menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang yang aman bagi tumbuh kembang siswa.
Di sisi lain, akses pendidikan terus diperluas melalui program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga rentan. Program ini menjangkau sekitar 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP agar anak-anak tidak terhambat mengakses pendidikan karena faktor ekonomi.
Meski menunjukkan tren positif, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian. Di antaranya pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah, keterbatasan kapasitas sekolah di kawasan padat penduduk, serta tekanan ekonomi yang masih berpotensi memengaruhi keberlanjutan pendidikan siswa.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menyampaikan, perubahan yang terjadi saat ini mulai terlihat pada aspek paling mendasar dalam pendidikan.
"Yang sekarang mulai dirasakan itu bukan hanya programnya, tapi perubahan di sekolahnya. Dari ruang kelas yang lebih layak, cara belajar yang mulai berubah, sampai perhatian ke kesehatan mental siswa, itu semua mulai dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua," ujarnya.
Ke depan, fokus utama diarahkan pada pemerataan kualitas pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh siswa di Kota Bandung.
"Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas ini tidak hanya dirasakan di sekolah tertentu. Karena itu kami fokus pada pemerataan kualitas, termasuk penguatan sekolah di wilayah dengan kapasitas terbatas," tambahnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, sektor pendidikan akan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan kota. Menurutnya, perubahan di sektor pendidikan harus benar-benar dirasakan langsung oleh siswa.
"Perubahan di sektor pendidikan harus dirasakan langsung oleh siswa, bukan hanya terlihat di atas kertas. Karena itu kami memperkuat dukungan ke sekolah, salah satunya melalui BOSDA, agar kebutuhan dasar pendidikan bisa terpenuhi dan proses belajar berjalan lebih baik," ujar Farhan.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung ingin memastikan setiap sekolah memiliki kapasitas untuk berkembang, mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran, hingga dukungan terhadap siswa.
"Kami ingin memastikan setiap sekolah punya kapasitas untuk berkembang, mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran, sampai dukungan terhadap siswa, termasuk perhatian pada kesehatan mental yang semakin penting hari ini," lanjutnya.
Pemerintah Kota Bandung menegaskan penguatan sektor pendidikan akan terus difokuskan pada hal-hal yang paling berdampak langsung bagi siswa. Fokus tersebut mencakup kualitas proses belajar di kelas, pemerataan kondisi sekolah, serta dukungan lebih utuh terhadap perkembangan siswa, baik secara akademik maupun non-akademik.**