Elly Susanto | 17 April 2026 21:02:30

Jajaran Pengadilan Negeri Bandung bersama unsur Peradi membentangkan spanduk saat public campaign pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di Bandung, Jumat 17 April 2026.()
BANDUNG, indoartnews.com – Pengadilan Negeri Bandung menggelar public campaign pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani pada Jumat 17 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dalam upaya membangun lembaga peradilan yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Public campaign tersebut diisi dengan kegiatan jalan santai yang dimulai pukul 07.00 WIB. Rute kegiatan dimulai dari Pengadilan Negeri Bandung menuju kawasan Gasibu dan berakhir di Pengadilan Hubungan Internasional atau PHI Tipikor. Kegiatan itu diikuti jajaran hakim, pegawai, serta mendapat dukungan dari DPC Peradi Bandung.
Melalui kegiatan ini, PN Bandung ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa gerakan antikorupsi, penolakan gratifikasi, dan semangat pelayanan bersih harus terus digaungkan di ruang publik. Kampanye seperti ini juga dinilai bisa dilakukan lewat berbagai sarana, baik melalui media sosial maupun hadir langsung di tengah masyarakat.
Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Lingga Setiawan SH MH, mengatakan public campaign tersebut merupakan bagian dari kebijakan Mahkamah Agung agar lembaga pengadilan tetap bersih, menjaga integritas, serta menghindari segala bentuk perbuatan tercela yang berkaitan dengan korupsi. Menurutnya, pengadilan sebagai benteng terakhir keadilan harus menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi jawaban atas keresahan publik terkait kepercayaan terhadap lembaga peradilan. Karena itu, PN Bandung terus mendorong pola hidup bersih di lingkungan peradilan, termasuk bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi, dan pungutan liar.
“Public Campaign merupakan visi misi Mahkamah Agung, tugas kita semua membuat peradilan agung, dan pengadilan merupakan benteng terakhir dari keadilan masyarakat yang harus kita junjung tinggi,” ujar Lingga Setiawan di sela kegiatan.
Lingga juga menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen internal pengadilan untuk terus menjaga kebersihan lembaga dari praktik korupsi dan gratifikasi. Menurut dia, langkah tersebut penting agar pengadilan benar-benar menjadi tempat masyarakat mencari keadilan dengan rasa percaya.
Dukungan terhadap kegiatan itu juga datang dari DPC Peradi Bandung. Wakil Ketua DPC Peradi, Dr Ramsen Marpaung SH MH, menyatakan pihaknya mendukung setiap program Pengadilan Negeri Bandung yang memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat integritas para penegak hukum.
Menurut Ramsen, public campaign tersebut menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kedisiplinan sekaligus mencegah praktik korupsi. Ia menilai semangat hidup sehat yang dibangun melalui olahraga juga dapat menjadi simbol penting bagi terbentuknya jiwa yang sehat dan perilaku yang bersih di kalangan penegak hukum.
Sekretaris DPC Peradi, Dr Rachmatin Artita SH MH, juga menegaskan bahwa advokat memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjunjung tinggi integritas serta menjauh dari korupsi maupun perilaku suap. Ia menyebut DPC Peradi terus mengingatkan seluruh anggotanya agar menjalankan profesi sesuai kode etik advokat dan tetap bersih dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.**