Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Universitas Sangga Buana Bandung

Elly Susanto | 12 October 2021 21:10:37

Rektor USB YPKP Bandung, Dr. H. Asep Effendi()

BANDUNG, indoartnews.com ~ Penyebaran keterpaparan wabah virus corona di Indonesia makin menurun drastis. Program Percepatan vaksinasi dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam penurunan jumlah keterpaparan.

Dengan menurunnya tingkat keterpaparan virus Covid-19 di Indonesia, membuat kelonggaran aktivitas dan kegiatan di berbagai sektor, termasuk bidang pendidikan.

Sejumlah lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi sudah mulai melakukan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Meskipun sejumlah perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 sudah diperbolehkan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Dengan memenuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Namun di kampus Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, dari puluhan kelas Yang ada, baru 9 kelas yang melaksanakan PTM Terbatas.

Dijelaskan Rektor USB YPKP Bandung, Dr. H. Asep Effendi, saat ini untuk pembelajaran tatap muka di kampus USB YPKP Bandung hanya sebanyak 9 kelas. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan pihak kampus kepada mahasiswa.

"Dari sekian ratus kelas yang ada, itu hanya 9 kelas yang bersedia tatap muka. Maka kami melaksanakan yang 9 (kelas) dulu, yang lainnya nanti mengikuti," ungkap Rektor Asep saat diwawancara usai acara MoU USB YPKP dengan LPK Nakayoshi Centre di Kampus USB Bandung, Senin (11/10/2021).

Berdasarkan hasil Survey atau kuesioner mahasiswa, Rektor Asep Effendi menilai ternyata mahasiswa saat ini sudah memiliki suatu habit (kebiasaan) kuliah online itu enak, sehingga mereka tidak mau (belajar) ke kampus. 

"Ini menjadi tantangan buat kami untuk ke depan, bahwa pembelajaran yang ada itu harus masuk di blended learning. Mungkin di semester genap kita akan coba masukkan," jelasnya.

"Kalau di semester ini kita tes case, kita kasih kuesioner yang mereka isi. Mayoritas mereka ingin kuliahnya online," tutup Rektor USB YPKP, Asep Dr. H. Asep Effendi.**