Pedagang Pastikan Beras Premium Hingga SPHP Tetap Tersedia di Pasar

Elly Susanto | 02 September 2025 19:59:20

()

BANDUNG, indoartnews.com – Pemkot Bandung pastikan beras SPHP, premium, hingga khusus tetap tersedia di pasar tradisional dan retail modern, stok stabil pasca panen. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan berbagai jenis beras, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), premium, hingga beras khusus, tetap aman di pasar tradisional maupun retail modern. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, saat melakukan peninjauan ke Pasar Sederhana dan toko ritel Borma, Selasa (2/9/2025).

Ronny menjelaskan, hasil monitoring menunjukkan stok beras masih stabil. Harga di pasar tradisional tercatat antara Rp13.500 hingga Rp18.000 per kilogram. “Menurut informasi pedagang, saat ini sedang panen, sehingga stok akan semakin stabil,” ujarnya di sela kunjungan ke Borma.

Beras program SPHP dari Bulog juga sudah didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional, seperti Kiaracondong, Gedebage, Sederhana, Ujungberung, Cibogo, Gegerkalong, dan Kosambi. Di retail modern, SPHP masih dalam proses distribusi dan diperkirakan tersedia penuh dalam dua hari ke depan. “Beras premium di Borma ada, alhamdulillah. Dari Bulog juga akan menambah ketersediaan di retail dalam waktu dekat,” tambahnya.

Ronny menerangkan, masyarakat dapat memilih beras sesuai kebutuhan. Beras SPHP Bulog dijual lebih terjangkau, sementara beras premium dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp74.500 per 5 kilogram. Adapun beras khusus, seperti pandan wangi atau yang diperkaya vitamin, dijual dengan harga lebih tinggi. “Kalaupun sebelumnya sempat ada kekosongan, itu hanya keterlambatan distribusi. Sekarang pasokan sudah kembali lancar,” katanya.

Di Pasar Sederhana, para pedagang mengakui stok beras tetap aman. Rizki, pemilik Toko Beras Kiki, menyebut harga beras lokal berkisar Rp14.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Sementara Surya, pemilik Toko Beras Shaquena, menjual beras dengan harga Rp14.000–Rp16.000 per kilogram dengan pasokan utama dari Sumedang. “Harga stabil, stok melimpah, pembeli normal. Tidak ada pengaruh kondisi demo,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dadan, Koordinator Beras SPHP di Pasar Sederhana. Ia memastikan pasokan aman karena sedang musim panen. SPHP dari Bulog dijual sesuai HET Rp62.500 per 5 kilogram. “Kalau stok habis, kami ajukan lagi ke Bulog. Prosesnya mudah, syaratnya hanya NIB, KTP, nomor rekening, dan formulir,” jelasnya.

Ketua DPD Aprindo Jawa Barat, Yudi Hartanto, menambahkan, kekosongan rak beras di retail akhir pekan lalu semata-mata akibat keterlambatan distribusi. “Sabtu memang jarang ada pengiriman dari gudang, sehingga Minggu terlihat kosong. Tapi sejak Senin rak sudah kembali terisi,” katanya.

Untuk sementara, retail masih membatasi pembelian maksimal dua kemasan per konsumen agar distribusi merata. “Kami harapkan setelah panen raya berakhir dan pasokan dari penggilingan lancar, pembelian bisa normal kembali. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan agar masyarakat tetap tenang,” pungkas Yudi.**