Elly Susanto | 26 April 2026 10:22:00

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengingatkan generasi muda dan santri agar tidak mudah terpengaruh paham menyimpang. (Sumber: Instagram) ()
BANDUNG, indoartnews.com – Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai ajakan yang mudah menyasar ruang digital anak muda, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menitipkan pesan penting kepada generasi muda, termasuk para santri, agar tidak salah jalan dalam memahami ajaran agama.
Pesan tersebut disampaikan saat Pangdam III/Siliwangi bertemu dengan awak media di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, belum lama ini. Ia mengingatkan bahwa pemahaman Islam harus bertumpu pada pedoman yang benar, yakni Al-Qur’an dan hadis, serta dipelajari melalui bimbingan ulama maupun guru yang memiliki keilmuan jelas.
Menurut Mayjen TNI Kosasih, generasi muda dan para santri perlu memiliki bekal pemahaman agama yang kuat, utuh, dan tidak sepotong-sepotong. Hal itu penting agar mereka tidak mudah terseret narasi keliru yang mengatasnamakan agama, namun justru dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun kehidupan bermasyarakat.
Pangdam menilai, ajaran agama sejatinya membawa nilai kebaikan, keselamatan, kasih sayang, dan kemaslahatan. Karena itu, setiap ajakan yang mendorong tindakan ekstrem, kekerasan, atau merusak kehidupan tidak boleh diterima begitu saja sebagai bagian dari ajaran agama.
“Jangan sampai generasi muda, khususnya para santri, terpengaruh pemahaman yang keliru. Islam itu berpedoman pada Al-Qur’an dan hadis. Jangan sampai ada yang memahami bahwa tindakan merusak diri sendiri atau orang lain itu seolah-olah bagian dari jalan agama,” ujar Mayjen TNI Kosasih.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat beragama harus berjalan seiring dengan kecintaan terhadap bangsa, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga persatuan. Menurutnya, pemahaman agama yang benar akan melahirkan sikap damai, bijak, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Pangdam III/Siliwangi turut menyoroti pentingnya peran keluarga, pesantren, sekolah, tokoh agama, dan lingkungan sosial dalam membentengi anak muda dari pengaruh paham menyimpang. Pembinaan yang berkelanjutan dinilai menjadi salah satu cara agar generasi muda lebih kritis dalam menerima informasi keagamaan.
Mayjen TNI Kosasih juga menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi yang mendidik, menyejukkan, dan memperkuat pemahaman masyarakat. Pemberitaan yang bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan dan ketahanan bangsa.
Pesan Pangdam III/Siliwangi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga generasi muda dan santri dari paham menyimpang tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui pendidikan, keteladanan, penguatan karakter, serta pemahaman agama yang lurus dan damai.**