Padat Karya di Cigondewah Rahayu, Indri Rindani Minta Dampaknya Berlanjut untuk Warga

Elly Susanto | 17 April 2026 01:26:54

Anggota DPRD Kota Bandung, Indri Rindani (kanan), saat membuka kegiatan Padat Karya Tahun 2026 di Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon.()

BANDUNG, indoartnews.com – Anggota DPRD Kota Bandung dari Daerah Pemilihan 6, Indri Rindani, mendorong program Padat Karya tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan berkelanjutan dan memberi dampak jangka panjang bagi kebersihan lingkungan serta masyarakat.

Hal itu disampaikan Indri saat membuka kegiatan Padat Karya Tahun 2026 di Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Kamis 16 April 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dan turut dihadiri Camat Bandung Kulon Drs. Yogiarto Yoharim, M.M., Lurah Cigondewah Rahayu Iwan Rohendi, S.H., serta perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.

Indri menuturkan, Program Padat Karya merupakan langkah nyata kehadiran Pemerintah Kota Bandung secara langsung di tengah masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga, khususnya dalam membantu menekan angka pengangguran.

Selain itu, Padat Karya turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan melalui berbagai kegiatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur skala kecil di tingkat kelurahan.

Menurut Indri, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar. Karena itu, semangat menjaga kebersihan tidak boleh hanya muncul saat program berlangsung.

"Melalui program ini, teh Indri menitikberatkan bahwa pelaksanaan menjaga kualitas kebersihan lingkungan tidak hanya ketika selama program ini berlangsung saja, tetapi harus terus berlanjut," ujarnya.

Indri juga mengapresiasi partisipasi aktif warga Kelurahan Cigondewah Rahayu yang terlibat dalam kegiatan Padat Karya tersebut.

Ia menilai keberhasilan Program Padat Karya sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Terlebih, Kota Bandung saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan besar seperti sampah, banjir, dan kemacetan.

"Oleh karena itu, mari kita mulai bergerak bersama dari tingkat kewilayahan untuk Bandung bisa tumbuh lebih baik," ucapnya.

Lebih lanjut, Indri menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Ia berharap masyarakat tidak hanya merasakan manfaat berupa lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk ditinggali, tetapi juga dampak ekonomi secara langsung.

"Diharapkan Program Padat Karya dapat berimplikasi tidak hanya bagi kualitas lingkungan, akan tetapi juga bagi pergerakan perekonomian yang ada di masyarakat," katanya.

Melalui Program Padat Karya, Indri berharap keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dapat terus tumbuh. Dengan begitu, manfaat program tidak hanya terasa sesaat, tetapi berlanjut dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.**