NasDem Jabar Desak Permintaan Maaf Terbuka atas Pemberitaan yang Dinilai Rugikan Partai

Elly Susanto | 15 April 2026 17:23:00

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Mamat Rahmat memberikan keterangan kepada wartawan usai pembacaan pernyataan sikap di kantor DPW Partai NasDem Jabar, Jalan Cipaganti, Bandung, Rabu, 15 April 2026.()

BANDUNG, indoartnews.com – Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat di Jalan Cipaganti, Bandung, Rabu 15 April 2026, menjadi titik berkumpulnya kader dan pengurus partai dari berbagai daerah. Mereka hadir dalam aksi dan konferensi pers untuk menyampaikan pernyataan sikap atas sebuah pemberitaan media nasional yang, menurut NasDem Jabar, telah merugikan partai dan melukai martabat Ketua Umum Surya Paloh.

Forum tersebut tak hanya diisi orasi dan pembacaan sikap resmi, tetapi juga menjadi ruang bagi NasDem Jabar untuk menyampaikan keberatan mereka secara terbuka kepada publik. Dalam suasana yang penuh konsolidasi, para kader menyatakan polemik pemberitaan itu telah menimbulkan keresahan di internal partai, terutama di tengah upaya penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Mamat Rahmat, menegaskan bahwa sikap yang disampaikan pihaknya lahir dari penilaian bahwa isi pemberitaan tersebut tidak mencerminkan fakta sebagaimana yang mereka pahami. Menurut dia, kader NasDem di Jawa Barat merasa tersakiti karena partai yang dibangun dengan semangat perjuangan justru digambarkan secara tidak proporsional.

“Kalau ditanya berapa persen yang benar, hampir semuanya tidak benar,” ujar Mamat Rahmat saat memberikan keterangan kepada wartawan usai pembacaan pernyataan sikap.

Mamat Rahmat mengatakan, NasDem Jabar meminta media nasional tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik, termasuk kepada keluarga besar Partai NasDem di Jawa Barat. Ia juga menyebut, apabila ruang klarifikasi, koreksi, dan permintaan maaf tidak diberikan secara layak, maka pihaknya akan menempuh mekanisme penyelesaian melalui Dewan Pers. Jika langkah itu belum memberikan hasil, jalur hukum disebut menjadi opsi lanjutan.

Di hadapan awak media, Mamat Rahmat menegaskan polemik ini tidak akan mengubah fokus gerak politik partainya di Jawa Barat. Menurut dia, NasDem Jabar tetap menjalankan konsolidasi organisasi menuju agenda politik ke depan. Ia menilai kepercayaan publik harus dijaga melalui kerja nyata kader di tengah masyarakat, bukan hanya lewat respons atas isu yang berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, kader NasDem juga memperlihatkan dokumen resmi berisi pernyataan sikap DPW Partai NasDem Jawa Barat. Dalam dokumen itu, mereka menilai ada sejumlah hal yang merugikan partai, mulai dari apa yang mereka sebut sebagai pelecehan terhadap martabat partai, framing yang dinilai menyesatkan terhadap identitas partai, hingga pembentukan opini yang, menurut mereka, cenderung tidak berimbang.

NasDem Jabar juga mempersoalkan unsur visual dalam pemberitaan tersebut. Dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada wartawan, mereka menyebut ilustrasi dan gambar yang menampilkan figur Ketua Umum Partai NasDem serta tokoh nasional lain dianggap tidak selaras dengan rasa kesusilaan masyarakat. Keberatan itu, menurut mereka, menjadi bagian dari alasan digelarnya aksi dan konferensi pers di Bandung.

Selain itu, dalam dokumen pernyataan sikapnya, NasDem Jabar juga mengingatkan bahwa kebebasan pers merupakan bagian penting dari demokrasi, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab. Mereka menyinggung pentingnya penghormatan terhadap etika jurnalistik, asas praduga tak bersalah, serta hak jawab dan hak koreksi dalam pemberitaan.

Pada bagian akhir, NasDem Jabar menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain permintaan maaf secara terbuka, koreksi pemberitaan, dan pemuatan hak jawab secara proporsional. Mereka juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan melalui Dewan Pers maupun jalur hukum lain apabila tuntutan tersebut tidak direspons.

Melalui aksi di Cipaganti itu, DPW Partai NasDem Jawa Barat ingin menegaskan bahwa keberatan mereka diarahkan pada isi pemberitaan yang mereka nilai merugikan, bukan sebagai penolakan terhadap kebebasan pers. Mereka berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang adil, terbuka, dan tetap menghormati prinsip keberimbangan informasi.

Melalui aksi di Cipaganti itu, DPW Partai NasDem Jawa Barat menegaskan bahwa keberatan mereka diarahkan pada isi pemberitaan yang dinilai merugikan, bukan sebagai penolakan terhadap kebebasan pers. Mereka berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang adil, terbuka, dan tetap menghormati prinsip keberimbangan informasi.**