Hakim Memvonis 2 Tahun Penjara, Ajay Ajukan Banding

Elly Susanto | 31 August 2021 20:47:58

Foto : Deskjabar()

BANDUNG, indoartnews.com ~ Wali Kota Cimahi non aktif, Ajay M. Priatna mengajukan permintaan banding atas putusan perkara Nomor : 30/Pid.Sus-TPK/2021 PN Bdg yang diputus 25 Agustus 2021.

Permintaan banding itu diajukan melalui Penasihat Hukumnya, Fadli Nasution, SH. MH, dan Akta Permintaan Banding itu diregistrasi dengan Nomor : 35/Akta Pid.Sus/TPK/2021/PN.Bdg, tanggal 30 Agustus 2021, ujar Fadli Nasution, Selasa (31/8-2021).

Pengajuan banding itu kata Penasihat Hukumnya, Fadli Nasution, karena berdasarkan fakta hukum dalam persidangan, kliennya sesungguhnya tidak terbukti telah menerima suap berdasarkan Pasal 11 UU Tipikor seperti dalam putusan Majelis Hakim," kata Fadli. 

Ia mengatakan, Majelis Hakim pada tingkat pertama telah keliru dalam menerapkan hukum. "Padahal, sudah sangat jelas dan terang benderang menjadi fakta hukum perbuatan terdakwa sama sekali tidak memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 11 UU Tipikor," tegas Fadli. 

Ia meyakini terjadi ketidaksesuaian antara fakta hukum, pertimbangan Majelis Hakim dan amar putusan sehingga perlu dikoreksi oleh Majelis Hakim pada tingkat banding, jelas Fadli pula.

Fadli memerinci putusan Majelis Hakim yang dibacakan pada persidangan Rabu 25 Agustus 2021, Majelis Hakim PN Bandung telah menjatuhkan vonis 2 tahun penjara, denda Rp. 100.000.000 dan uang pengganti Rp. 1.425.000.000 jauh di bawah tuntutan Penuntut Umum KPK yaitu penjara 7 tahun, denda Rp. 300 juta, membayar uang pengganti Rp. 7.962.329.610,- dan pencabutan hak politik selama 5 tahun.

"Jika dilihat fakta putusan itu sebenarnya jauh lebih ringan tetapi fakta sebenarnya kliennya, Ajay MP tidak terbukti telah menerima suap," pungkas Fadli. **