2021 Dosis Vaksin Disiapkan Bagi Kiyai, Ustadz, Ulama dan Mubaligh

Elly Susanto | 01 September 2021 08:39:18

()

BANDUNG, indoartnews.com Dalam program "Jaga Kiyai dan 3 juta santri Jabar", Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung menyelenggarakan vaksinasi bagi para santri, kiyai, ulama dan mubaligh di Kota Bandung di Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut, pada Selasa 31 Agustus. 

Vaksinasi ini merupakan kerjasama antara Baznas dan Kementerian Agama Kota Bandung serta Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bandung. 

Quota yang disediakan untuk vaksinasi ini 2021 dosis vaksin masing-masing untuk para kiyai, ustadz, ulama dan mubaligh 810 dosis dan untuk para santri 1.211 dosis. 

Kiyai, ulama, ustadz dan para tokoh agama rentan terpapar Covid 19 dan ini tampak dari data di Kementerian Agama (Kemenag) 7 Juli 2021 sekitar 605 orang kiyai, ulama dan pengasuh pesantren yang wafat. 

Selain itu, cukup banyak santri terpapar Covid 19 di lingkungan pesantren selama wabah melanda dunia termasuk Indonesia. 

Ketua Baznas Kota Bandung, Dr. Akhmad Roziqin MAg mengatakan vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan peluncuran program Jaga Kiyai oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara daring yang digelar serentak di 5 pondok pesantren pada hari Ahad (2/8-2021).

Kegiatan vaksinasi ini, kata Ketua Baznas Kota Bandung, membantu Pemerintah Kota Bandung menanggulangi dampak wabah Covid 19 yang telah berlangsung sangat panjang dan memengaruhi berbagai sektor kehidupan, baik kesehatan, ekonomi, sosial.

Pihaknya juga, kata Dr. Akhmad Roziqin MAg, membantu Pemkot selama masa pandemi, di antaranya membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan penghasilannya menurun drastis melalui pemberian paket sembako, pemberdayaan ekonomi serta masyarakat yang terpapar Covid 19. Demikian pula kepada para tenaga kesehatan.

Dikatakannya, selama masa pandemi ini Baznas telah menggelontorkan dana dari dana zakat, infak, sodaqoh sebesar Rp. 12.585.687.639 untuk menanggulangi dampak Covid 19 melalui program kesehatan, ekonomi dan jaring pengaman sosial di Kota Bandung.**

Editor : H. Eddy D